Artikel · Masjid

Keutamaan Memakmurkan Masjid

Keutamaan Memakmurkan Masjid

Memakmurkan masjid bukan hanya membangun gedungnya, tetapi menghidupkannya dengan sholat berjamaah, ilmu, dan kepedulian. Inilah keutamaannya.

Masjid adalah rumah Allah dan pusat kehidupan umat Islam sejak zaman Rasulullah ﷺ. Di lingkungan rumah sakit, masjid juga menjadi tempat pasien, keluarga, dan pegawai mencari ketenangan di tengah kesibukan dan kecemasan.

Ciri orang beriman

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah.” (QS. At-Taubah: 18)

Rumah di surga

“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hati yang terpaut dengan masjid

Di antara tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya adalah “seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Cara memakmurkan masjid

Memakmurkan masjid tidak hanya dengan membangun atau merenovasi gedungnya, tetapi juga:

  • Sholat berjamaah dan mengajak orang lain ikut serta.
  • Menghadiri kajian dan majelis ilmu.
  • Menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid.
  • Berinfaq untuk operasional dan kegiatan masjid.
  • Menjadi pengurus atau relawan, misalnya membantu kegiatan Ramadhan dan qurban.
  • Menjaga adab di masjid: berpakaian sopan, tidak mengeraskan suara, dan menyenyapkan ponsel.

Adab masuk masjid

Masuklah dengan mendahulukan kaki kanan sambil berdoa, Allāhummaftah lī abwāba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu), dan keluar dengan kaki kiri sambil berdoa, Allāhumma innī as’aluka min fadhlik (Ya Allah, aku memohon karunia-Mu) (HR. Muslim).

Sebelum duduk, kerjakan sholat tahiyatul masjid dua rakaat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, hendaklah ia sholat dua rakaat sebelum duduk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Masjid Ibnu Sina menunggu Anda

Masjid Ibnu Sina terbuka bagi pasien, keluarga pasien, pegawai rumah sakit, dan masyarakat. Mari bersama-sama memakmurkannya dengan ibadah, ilmu, dan kepedulian.


Tulisan ini disusun oleh Redaksi DKM Masjid Ibnu Sina sebagai panduan umum. Untuk kondisi khusus, silakan berkonsultasi dengan ustadz pembina melalui pengurus masjid.