
Sedekah menghapus kesalahan, melipatgandakan pahala, dan menjadi amal jariyah. Simak dalil-dalilnya, termasuk catatan tentang hadits yang sering dikutip namun diperselisihkan derajatnya.
Sedekah adalah amal yang sangat dicintai Allah. Ia membersihkan harta, melembutkan hati, dan menjadi bekal yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita meninggal dunia.
Pahala yang berlipat ganda
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Harta tidak berkurang
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Menghapus kesalahan
“Sedekah itu memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
Amal yang terus mengalir
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Infaq untuk masjid, mushaf Al-Qur’an, atau kegiatan pendidikan termasuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama dimanfaatkan.
Catatan tentang hadits “obatilah orang sakit dengan sedekah”
Sering dikutip riwayat, “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” Para ulama hadits berbeda pendapat tentang derajatnya: sebagian menilainya lemah karena sanad-sanadnya bermasalah, sementara Syaikh Al-Albani menghasankannya karena adanya jalur-jalur pendukung. Karena itu, sebaiknya tidak disampaikan seolah-olah sesuatu yang pasti. Yang jelas, bersedekah dengan harapan Allah merahmati dan menyembuhkan adalah amal yang baik, karena sedekah termasuk amal shalih yang dapat dijadikan wasilah dalam berdoa, dan dalil-dalil shahih di atas sudah cukup menjadi pendorong untuk bersedekah.
Adab bersedekah
- Ikhlas karena Allah, bukan untuk dipuji.
- Tidak mengungkit-ungkit pemberian dan tidak menyakiti penerima (QS. Al-Baqarah: 264).
- Dari harta yang halal dan baik.
- Mendahulukan yang paling membutuhkan, termasuk keluarga terdekat.
- Tidak menunggu kaya, karena sedekah yang sedikit tetapi rutin lebih dicintai Allah.
Berinfaq di Masjid Ibnu Sina
Infaq dan sedekah melalui Masjid Ibnu Sina digunakan untuk operasional masjid, kegiatan kajian, dan layanan rohani pasien. Laporan keuangannya dipublikasikan secara terbuka di website ini. Infaq dapat disalurkan melalui QRIS di halaman depan.
Tulisan ini disusun oleh Redaksi DKM Masjid Ibnu Sina sebagai panduan umum. Untuk kondisi khusus, silakan berkonsultasi dengan ustadz pembina melalui pengurus masjid.