Artikel · Jenazah

Mendampingi Keluarga yang Menghadapi Sakaratul Maut

Mendampingi Keluarga yang Menghadapi Sakaratul Maut

Tuntunan bagi keluarga yang mendampingi orang tercinta di saat-saat terakhir: menalqinkan kalimat tauhid, menjaga husnuzan, dan adab setelah wafat.

Di rumah sakit, sebagian keluarga harus menghadapi saat-saat yang paling berat: mendampingi orang tercinta yang mendekati ajal. Pada saat seperti ini, kehadiran keluarga dengan tuntunan yang benar sangat berarti.

Kematian pasti datang

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Menalqinkan kalimat tauhid

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Talqinkanlah orang-orang yang akan meninggal di antara kalian dengan (kalimat) lā ilāha illallāh.” (HR. Muslim)
“Barangsiapa yang akhir ucapannya lā ilāha illallāh, ia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)

Talqin dilakukan dengan lembut, misalnya dengan mengucapkan kalimat tersebut di dekatnya agar ia mengikuti. Tidak perlu memaksa atau mengulang-ulang dengan keras. Bila ia sudah mengucapkannya, tidak perlu diulang lagi kecuali ia berbicara hal lain sesudahnya.

Menumbuhkan husnuzan kepada Allah

“Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim)

Keluarga dapat membantu dengan mengingatkan luasnya rahmat dan ampunan Allah, bukan menakut-nakuti.

Hal yang dianjurkan keluarga

  • Mendoakan kebaikan, karena para malaikat mengaminkan apa yang diucapkan di sisi orang yang sakit atau meninggal (HR. Muslim).
  • Membacakan Al-Qur’an dengan suara pelan agar menenangkan.
  • Menjaga suasana tetap tenang, tidak berteriak atau meratap.
  • Bekerja sama dengan tim medis dan menghormati prosedur ruangan.

Setelah wafat

  • Memejamkan matanya dan mendoakannya, sebagaimana Rasulullah ﷺ memejamkan mata Abu Salamah lalu berdoa, “Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikan derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk…” (HR. Muslim).
  • Menutup jenazah dengan kain.
  • Bersabar dan mengucapkan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.
  • Menyegerakan pengurusan jenazah dan melunasi utangnya.

Layanan Masjid Ibnu Sina

Pengurus Masjid Ibnu Sina siap membantu bimbingan rohani bagi pasien dan keluarga, serta penyelenggaraan sholat jenazah di rumah sakit. Silakan hubungi pengurus melalui kontak di website ini.


Tulisan ini disusun oleh Redaksi DKM Masjid Ibnu Sina sebagai panduan umum. Untuk kondisi khusus, silakan berkonsultasi dengan ustadz pembina melalui pengurus masjid.