Artikel · Fikih Ibadah

Sholat Jumat: Keutamaan, Adab, dan Keringanan bagi Pegawai Rumah Sakit

Sholat Jumat: Keutamaan, Adab, dan Keringanan bagi Pegawai Rumah Sakit

Dalil kewajiban sholat Jumat, adab sebelum dan saat khutbah, amalan sunnah di hari Jumat, serta keringanan bagi pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Hari Jumat adalah hari raya pekanan umat Islam. Di tengah kesibukan pelayanan rumah sakit, sholat Jumat menjadi saat untuk berhenti sejenak, mendengarkan nasihat, dan memperbarui iman bersama jamaah. Tulisan ini merangkum dalil, adab, dan keringanan yang perlu diketahui, khususnya bagi pegawai, pasien, dan keluarga pasien.

Perintah Allah untuk bersegera

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu‘ah: 9)

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat” (HR. Muslim).

Siapa yang wajib menghadiri

Sholat Jumat wajib bagi setiap laki-laki muslim yang baligh, berakal, sehat, dan bermukim. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sholat Jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali empat golongan: hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit” (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani).

Beliau juga memperingatkan, “Barangsiapa meninggalkan tiga kali sholat Jumat karena meremehkannya, Allah akan menutup hatinya” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).

Keringanan di lingkungan rumah sakit

  • Pasien yang sakit tidak wajib sholat Jumat. Ia cukup sholat Dzuhur empat rakaat sesuai kemampuannya, termasuk sambil duduk atau berbaring.
  • Keluarga yang menunggui pasien dan tidak dapat meninggalkannya, karena tidak ada orang lain yang menjaga, termasuk orang yang memiliki uzur menurut para ulama. Ia sholat Dzuhur.
  • Tenaga kesehatan yang sedang bertugas di layanan yang tidak dapat ditinggalkan, seperti IGD, ICU, atau kamar operasi, tanpa ada pengganti, juga dipandang memiliki uzur oleh banyak ulama. Ia sholat Dzuhur di tempat tugasnya.
  • Wanita tidak wajib sholat Jumat. Bila ikut berjamaah, sholatnya sah dan sudah mencukupi sehingga tidak perlu sholat Dzuhur lagi.

Keringanan ini berlaku hanya selama uzurnya benar-benar ada. Bila tugas masih dapat ditinggal sebentar atau ada rekan yang bisa menggantikan, kewajiban Jumat tetap berlaku. Aturlah giliran jaga bersama rekan satu tim agar sebanyak mungkin pegawai dapat menghadiri Jumat, dan jangan sampai seseorang terus-menerus tertinggal Jumat karena jadwal.

Adab sebelum berangkat

Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: barangsiapa mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, memakai minyak atau wewangian, lalu berangkat ke masjid, tidak memisahkan dua orang yang duduk berdampingan, kemudian sholat sebanyak yang ditetapkan baginya, lalu diam ketika imam berkhutbah, maka akan diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya (HR. Al-Bukhari).

Dari hadits ini dan hadits lain, adab yang dianjurkan antara lain:

  1. Mandi Jumat, memotong kuku, dan merapikan diri.
  2. Memakai pakaian terbaik yang bersih dan wangi.
  3. Datang lebih awal. Pada hari Jumat para malaikat berdiri di pintu masjid mencatat siapa yang datang lebih dahulu. Ketika imam naik mimbar, catatan itu ditutup dan para malaikat ikut mendengarkan khutbah (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
  4. Sholat tahiyyatul masjid dua rakaat, meskipun khatib sudah berkhutbah, dengan rakaat yang ringan (HR. Muslim).
  5. Tidak melangkahi pundak jamaah dan mengisi shaf yang masih kosong di depan.

Diam dan menyimak khutbah

“Apabila engkau berkata kepada temanmu ‘Diamlah!’ pada hari Jumat ketika imam sedang berkhutbah, sungguh engkau telah berbuat sia-sia” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Menegur saja sudah dianggap sia-sia, apalagi berbincang atau sibuk dengan ponsel. Senyapkan ponsel pribadi maupun ponsel dinas sebelum khutbah dimulai. Bila harus tetap dapat dihubungi untuk tugas, gunakan mode getar dan keluar dengan tenang bila ada panggilan darurat.

Bila terlambat

Siapa yang masih sempat rukuk bersama imam pada rakaat kedua telah mendapatkan sholat Jumat. Setelah imam salam, ia menambah satu rakaat. Bila tertinggal setelah rukuk rakaat kedua, menurut mayoritas ulama ia menyempurnakannya sebagai sholat Dzuhur empat rakaat.

Amalan sunnah di hari Jumat

  • Membaca surat Al-Kahfi. Siapa yang membacanya pada hari Jumat akan diberi cahaya di antara dua Jumat (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani).
  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat” (HR. Abu Dawud).
  • Memperbanyak doa. Pada hari Jumat ada satu waktu yang bila seorang muslim berdoa memohon kebaikan bertepatan dengannya, Allah akan mengabulkannya (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Banyak ulama menguatkan bahwa waktu itu ada di akhir siang setelah Ashar.
  • Sholat sunnah setelah Jumat, empat rakaat di masjid (HR. Muslim) atau dua rakaat di rumah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sholat Jumat di Masjid Ibnu Sina

Masjid Ibnu Sina menyelenggarakan khutbah dan sholat Jumat berjamaah setiap pekan bagi pegawai, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar RSUD Raja Ahmad Tabib. Jadwalnya dapat dilihat di bagian Agenda pada halaman depan website ini. Datanglah sebelum adzan agar dapat sholat sunnah dan mendapat shaf terdepan.

Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan setiap Jumat sebagai penghapus dosa dan penambah iman.


Tulisan ini disusun oleh Redaksi DKM Masjid Ibnu Sina sebagai panduan umum. Untuk kondisi khusus, misalnya pengaturan jadwal dinas saat Jumat, silakan berkonsultasi dengan ustadz pembina melalui pengurus masjid.