Artikel · Akhlak

Takziyah: Menghibur Keluarga yang Berduka Sesuai Sunnah

Takziyah: Menghibur Keluarga yang Berduka Sesuai Sunnah

Takziyah adalah menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Kenali ucapan yang diajarkan Nabi, amalan yang dianjurkan, dan hal yang perlu dihindari.

Kehilangan anggota keluarga adalah salah satu ujian terberat. Islam mengajarkan takziyah, yaitu menghibur dan menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan, agar mereka mampu bersabar dan menerima ketetapan Allah.

Ucapan takziyah dari Rasulullah ﷺ

Ketika putri beliau kehilangan anaknya, Rasulullah ﷺ mengirim pesan:

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan. Maka bersabarlah dan harapkanlah pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Doa bagi yang tertimpa musibah

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mendengar Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini, dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik:

“_Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī mushībatī, wa akhlif lī khairan minhā._” Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya. (HR. Muslim)

Meringankan beban keluarga

Ketika Ja‘far bin Abi Thalib gugur, Rasulullah ﷺ bersabda, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja‘far, karena telah datang kepada mereka sesuatu yang menyibukkan mereka.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan)

Sunnahnya, tetangga dan kerabatlah yang membantu keluarga yang berduka, bukan sebaliknya membebani keluarga untuk menjamu para tamu.

Adab bertakziyah

  • Ucapkan kalimat yang menguatkan, singkat, dan tulus.
  • Doakan ampunan dan rahmat bagi yang meninggal.
  • Bantu urusan yang nyata: pengurusan jenazah, makanan, menjaga anak-anak, atau administrasi.
  • Jangan berlama-lama bila keluarga perlu beristirahat.
  • Hindari pertanyaan yang menyakitkan tentang sebab kematian atau kesalahan perawatan.

Hal yang dilarang

Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek baju, dan berseru dengan seruan jahiliyah (meratap).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menangis karena sedih tidak terlarang. Rasulullah ﷺ pun meneteskan air mata ketika putranya, Ibrahim, wafat. Yang dilarang adalah meratap dan mengucapkan perkataan yang menunjukkan tidak ridha kepada takdir Allah.

Semoga Allah menguatkan setiap keluarga yang berduka dan mengumpulkan kita kembali dengan orang-orang tercinta di surga-Nya.


Tulisan ini disusun oleh Redaksi DKM Masjid Ibnu Sina sebagai panduan umum. Untuk kondisi khusus, silakan berkonsultasi dengan ustadz pembina melalui pengurus masjid.